Sudah hampir 11 tahun blog ini tidak dirawat dengan baik, semoga dalam waktu dekat, ada banyak waktu luang sehingga blog ini dapat dirawat dan dikembangkan sehingga bisa beranak pinak.. haha
Selamat datang 2019, terima kasih 2018..
Tak kenal maka tak sayang. Ini aku, seorang manusia biasa yang hanya ingin dikenal dan mengenal orang lain..... Sebentar membaca, pasti bisa tau bagaimana, siapa, apa, dimana, kapan dan mengapa saya seperti ini....... hohohohohohohoho
Tuesday, March 12, 2019
APA ITU KURIA?
Gereja Katolik adalah organisasi yang paling besar
di seluruh dunia. Jika orang berbicara tentang lembaga ini, biasanya mereka
berpikir tentang Paus. Bapa Suci adalah pemimpin gereja, tetapi sebagian besar
pekerjaan administrasi gereja dilakukan oleh Kuria Romawi.
Kata Kuria berasal dari dua
kata Latin, yaitu: `co' dan `vir' yang diterjemahkan secara harafiah sebagai
"manusia bekerjasama." Artinya suatu dewan atau majelis yang
beranggotakan orang-orang. Pada jaman Romawi kuno, para kepala keluarga dari berbagai
kalangan bertemu untuk membicarakan kerjasama yang saling menguntungkan.
Pertemuan itu berkembang dan akhirnya terbentuklah Majelis Romawi. Kata
`curiae' juga menunjuk pada tempat di mana kelompok tersebut berkumpul. Dapat
juga berarti pengadilan.
Gereja Katolik menggunakan
istilah Kuria untuk menyebut sistem administrasinya. Kuria Romawi dipimpin oleh
Sekretaris Negara Kepausan dan kantornya ada di Roma. Kuria mengawasi serta
mengurus sebagian besar karya serta kebutuhan umat Katolik Roma di seluruh
dunia. Paus tidak dapat melakukan semua hal tersebut seorang diri saja, oleh
karenanya ia melimpahkan tanggung-jawabnya kepada Kuria Romawi. Yang menjabat
sebagai Sekretaris Negara Kuria Romawi saat ini adalah Kardinal Angelo Sodano.
sumber : Romo Richard Lonsdale;
Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA:
www.indocell.net/yesaya?
APA ITU VICARIS?
Kata 'Vicaris' berasal dari bahasa Latin yang
berarti "wakil". Dalam Gereja Katolik, seorang vicaris adalah
seseorang yang mewakili seseorang atau jabatan tertentu. Sebagai contoh,
seorang Vicaris Jenderal adalah seorang imam yang mewakili uskup jika Bapa
Uskup berhalangan hadir di sana. Seorang Vicaris Apostolic adalah wakil Bapa
Paus untuk memerintah sebuah keuskupan.
Vicaris yang paling dikenal
adalah Bapa Paus. Ia disebut sebagai "Vicaris Kristus di dunia."
Artinya ia adalah wakil Kristus yang adalah Tuhan. Bapa Suci berbicara dan
menyampaikan nasehat-nasehatnya dengan kuasa Allah. Kuasa seperti itu pertama
kali diberikan kepada Santo Petrus.
sumber : 1. Romo Richard
Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; 2. Romo D.
Suwadji.CM; Mini Ensiklopedia Katolik
APA ITU CINCIN PENJALA IKAN?
Cincin pada umumnya dikenakan sebagai
perhiasan, namun kadang kala cincin dikenakan untuk kepentingan lain.
Berabad-abad yang silam hampir semua orang tidak dapat menulis, bahkan
menuliskan namanya sendiri. Mereka menggunakan cap pribadi (seperti jika kita
menggunakan stempel karet) untuk menandatangani suatu perjanjian. Karena cap
tersebut amat berharga, mereka senantiasa membawanya bersama mereka, yaitu
dengan mengenakannya sebagai cincin cap.
Sejak abad ke-13, para paus
mengenakan cincin untuk keperluan ini. Pada cincin paus tersebut terdapat
gambar seorang penjala ikan yang menggambarkan St. Petrus, paus pertama.
Disekeliling cincin dituliskan nama paus yang bertahta. Cincin diberikan kepada
Paus pada saat ia diangkat dan dimusnahkan ketika Paus meninggal.
Pada jaman modern para paus
tidak lagi mengenakan cincin penjala ikan yang asli, melainkan duplikatnya.
Sebagian orang menyambut paus dengan mencium cincinnya.
sumber : Romo Richard Lonsdale;
Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA:
www.indocell.net/yesaya?
PERNAHKAH ADA SEORANG REMAJA YANG MENJADI PAUS?
Ya, Paus Yohanes XII baru berusia delapan belas tahun ketika ia dinobatkan sebagai Paus. Ia dikenal sebagai "Paus Bocah".
Paus Yohanes XII dilahirkan di Roma pada tahun 937 dalam suatu keluarga yang amat berpengaruh. Ia diberi nama Oktavius. Ayahnya bernama Alberic, seorang penguasa Roma. Alberic memaksa para anggota Majelis Tinggi Roma untuk bersumpah bahwa mereka akan menobatkan anaknya sebagai paus segera setelah wafatnya Paus Agapetus II yang pada waktu itu bertahta.
Paus Yohanes XII dinobatkan sebagai Paus pada tanggal 16 Desember 955. Ia hanya bertahta selama sembilan tahun dan wafat secara misterius.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
Paus Yohanes XII dilahirkan di Roma pada tahun 937 dalam suatu keluarga yang amat berpengaruh. Ia diberi nama Oktavius. Ayahnya bernama Alberic, seorang penguasa Roma. Alberic memaksa para anggota Majelis Tinggi Roma untuk bersumpah bahwa mereka akan menobatkan anaknya sebagai paus segera setelah wafatnya Paus Agapetus II yang pada waktu itu bertahta.
Paus Yohanes XII dinobatkan sebagai Paus pada tanggal 16 Desember 955. Ia hanya bertahta selama sembilan tahun dan wafat secara misterius.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
APA YANG TERJADI JIKA SEORANG PAUS MENINGGAL DUNIA?
Paus Yohanes Paulus II adalah paus yang memegang jabatan paus paling lama di abad ke 20 dan di masa sekarang ini. Kebanyakan dari kalian tentu belum pernah mengalami masa pemerintahan seorang paus yang lain. Kita berdoa agar beliau akan tetap menjadi Paus di banyak tahun mendatang, tetapi pada akhirnya ia akan wafat. Jika demikian, apa yang akan terjadi?
Tidak seorang pun diperbolehkan memotret seorang paus yang sedang menghadapi ajal atau pun merekam kata-kata terakhirnya. Sesudah wafatnya, ia baru boleh dipotret setelah jubah paus dikenakan kepadanya. Ketika telah dikeluarkan pernyataan resmi tentang wafatnya paus, tanggung jawab pemerintahan kepausan sehari-hari dipegang oleh Para Kardinal. Para Kardinal dipimpin oleh Kardinal Camerlengo. Istilah untuk jabatan ini berasal dari bahasa Latin yang artinya "Departemen Keuangan". Pada umumnya Kardinal Camerlengo bertugas melaksanakan kegiatan Vatikan sehari-hari. Ia tidak mempunyai wewenang untuk menetapkan hukum atau ajaran-ajaran baru.
Ritual pemakaman seorang paus berlangsung selama sembilan hari. Ia dimakamkan di bawah Basilika St. Petrus, kecuali jika ia berpesan untuk dimakamkan di tempat lain. Lima belas hingga dua puluh hari setelah pemakaman paus, dilaksanakanlah proses pemilihan seorang paus baru.
Pemilihan paus baru diadakan di antara para Kardinal. Mereka dikurung di suatu tempat dekat Kapel Sistine. Hanya para Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ikut ambil bagian. Kardinal Camerlengo wajib mengawasi bahwa tidak seorang pun yang dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Ia harus menempatkan teknisi-teknisi yang cakap untuk memastikan bahwa tidak ada peralatan audio-visual yang dapat digunakan untuk memata-matai. Tidak ada pula telepon genggam atau mikrofon tersembunyi. Pertemuan itu disebut Conclave (Latin, Conclave).
Pada hari pertama dilakukan satu kali pemungutan suara dan pada hari-hari selanjutnya setiap hari dilakukan empat kali pemungutan suara. Seorang paus yang baru harus dipilih oleh sekurang-kurangnya dua pertiga suara terbanyak dari para kardinal yang hadir. Jika tidak ada suara terbanyak, kartu pemungutan suara dibakar di sebuah perapian kecil. Cerobong asap perapian tersebut terlihat dari alun-alun St. Petrus. Orang banyak biasanya datang untuk melihat. Jika paus baru belum terpilih dari hasil pemungutan suara, ditambahkanlah jerami (atau suatu bahan kimia) pada perapian sehingga asap yang keluar berwarna hitam. Jika seorang paus baru telah terpilih, ditambahkanlah suatu bahan kimia pada perapian sehingga asap yang keluar menjadi berwarna putih. Orang banyak dengan gelisah memandang ke cerobong asap untuk melihat warna asap yang keluar.
Tiga orang Kardinal dipilih oleh kelompok tersebut untuk menjadi Scrutineers (Pengawas). Tugas mereka adalah mengumpulkan kartu pemungutan suara, membukanya dan membacanya dengan keras. Mereka juga bertugas menusuk setiap kartu pemungutan suara dengan jarum dan menjahitnya menjadi satu. Ketika seorang Kardinal memperoleh dua pertiga suara terbanyak, kelompok tersebut meninggalkan kapel. Segera sesudahnya, Kardinal Camerlengo tampil bersama paus yang baru terpilih di balkon Basilika dan mengumumkan, Habemus Papam! Kita mempunyai seorang Paus!
Kita sudah pernah mengalaminya saat Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II meninggal pada pukul 21.20, 3 April 2005. Dan digantikan oleh Paus Benediktus XVI (yang mempersembahkan misa saat pemakaman Bapa Suci Yohanes Paulus II) melalui Konklaf.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
Tidak seorang pun diperbolehkan memotret seorang paus yang sedang menghadapi ajal atau pun merekam kata-kata terakhirnya. Sesudah wafatnya, ia baru boleh dipotret setelah jubah paus dikenakan kepadanya. Ketika telah dikeluarkan pernyataan resmi tentang wafatnya paus, tanggung jawab pemerintahan kepausan sehari-hari dipegang oleh Para Kardinal. Para Kardinal dipimpin oleh Kardinal Camerlengo. Istilah untuk jabatan ini berasal dari bahasa Latin yang artinya "Departemen Keuangan". Pada umumnya Kardinal Camerlengo bertugas melaksanakan kegiatan Vatikan sehari-hari. Ia tidak mempunyai wewenang untuk menetapkan hukum atau ajaran-ajaran baru.
Ritual pemakaman seorang paus berlangsung selama sembilan hari. Ia dimakamkan di bawah Basilika St. Petrus, kecuali jika ia berpesan untuk dimakamkan di tempat lain. Lima belas hingga dua puluh hari setelah pemakaman paus, dilaksanakanlah proses pemilihan seorang paus baru.
Pemilihan paus baru diadakan di antara para Kardinal. Mereka dikurung di suatu tempat dekat Kapel Sistine. Hanya para Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ikut ambil bagian. Kardinal Camerlengo wajib mengawasi bahwa tidak seorang pun yang dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Ia harus menempatkan teknisi-teknisi yang cakap untuk memastikan bahwa tidak ada peralatan audio-visual yang dapat digunakan untuk memata-matai. Tidak ada pula telepon genggam atau mikrofon tersembunyi. Pertemuan itu disebut Conclave (Latin, Conclave).
Pada hari pertama dilakukan satu kali pemungutan suara dan pada hari-hari selanjutnya setiap hari dilakukan empat kali pemungutan suara. Seorang paus yang baru harus dipilih oleh sekurang-kurangnya dua pertiga suara terbanyak dari para kardinal yang hadir. Jika tidak ada suara terbanyak, kartu pemungutan suara dibakar di sebuah perapian kecil. Cerobong asap perapian tersebut terlihat dari alun-alun St. Petrus. Orang banyak biasanya datang untuk melihat. Jika paus baru belum terpilih dari hasil pemungutan suara, ditambahkanlah jerami (atau suatu bahan kimia) pada perapian sehingga asap yang keluar berwarna hitam. Jika seorang paus baru telah terpilih, ditambahkanlah suatu bahan kimia pada perapian sehingga asap yang keluar menjadi berwarna putih. Orang banyak dengan gelisah memandang ke cerobong asap untuk melihat warna asap yang keluar.
Tiga orang Kardinal dipilih oleh kelompok tersebut untuk menjadi Scrutineers (Pengawas). Tugas mereka adalah mengumpulkan kartu pemungutan suara, membukanya dan membacanya dengan keras. Mereka juga bertugas menusuk setiap kartu pemungutan suara dengan jarum dan menjahitnya menjadi satu. Ketika seorang Kardinal memperoleh dua pertiga suara terbanyak, kelompok tersebut meninggalkan kapel. Segera sesudahnya, Kardinal Camerlengo tampil bersama paus yang baru terpilih di balkon Basilika dan mengumumkan, Habemus Papam! Kita mempunyai seorang Paus!
Kita sudah pernah mengalaminya saat Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II meninggal pada pukul 21.20, 3 April 2005. Dan digantikan oleh Paus Benediktus XVI (yang mempersembahkan misa saat pemakaman Bapa Suci Yohanes Paulus II) melalui Konklaf.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
BAGAIMANA SEORANG USKUP DIPILIH?
Pada jaman Romawi kuno, para raja membagi kerajaannya ke dalam wilayah-wilayah politik yang disebut "diosis". Diosis (atau Keuskupan) berasal dari bahasa Yunani yang artinya "pembagian administratif". Seorang gubernur memimpin setiap Diosis. Diosis kemudian dibagi-bagi lagi ke dalam wilayah-wilayah yang disebut provinsi.
Setelah jatuhnya Roma pada tahun 476, Gereja Katolik mengambil alih sistem tersebut. Provinsi kemudian pada akhirnya merupakan kumpulan beberapa diosis.
Dahulu, sebagian besar uskup dipilih langsung oleh umat. Dalam suatu kasus yang amat terkenal, St. Ambrosius dipilih menjadi Uskup Milan, Italia, bahkan sebelum ia dibaptis! Pada waktu itu St. Ambrosius adalah seorang gubernur propinsi yang datang ke tempat pemilihan untuk menjaga ketenangan serta keamanan pemilihan. Seorang anak kecil melihatnya dan mulai berteriak-teriak, "Ambrosius, Uskup; Ambrosius, Uskup." Banyak orang mendukung Ambrosius. St. Ambrosius cepat-cepat dibawa untuk mengikuti segala upacara dari seorang yang belum dibaptis hingga menjadi seorang Uskup hanya dalam waktu delapan hari!
Sejak abad kesebelas, uskup selalu ditunjuk oleh Paus. Tentu saja, Paus mengandalkan pendapat-pendapat provinsi setempat serta berbagai kalangan pejabat Vatikan. Jika seorang uskup mengundurkan diri, dipindah tugaskan atau meninggal, para uskup dalam provinsi berunding bersama untuk mengajukan seorang pengganti. Pemimpin provinsi adalah seorang Uskup Agung. Uskup Agung menemui kelompok uskup tersebut serta memilih seorang calon untuk diajukan sebagai uskup baru. Nama calon tersebut dikirim ke Vatikan. Kecakapan calon atau pun para saingannya tidak pernah dinyatakan secara umum. Paus menentukan pilihan akhir. Vatikan meminta persetujuan calon yang terpilih dan pada akhirnya nama Uskup yang baru tersebut diumumkan.
Kata Uskup berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengawas. Seorang Uskup adalah imam pemimpin, administrator keuangan, serta pemimpin dari sebuah diosis/ keuskupan atau keuskupan agung. Lebih dari segalanya, uskup wajib menjadi imam segala imam.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
Setelah jatuhnya Roma pada tahun 476, Gereja Katolik mengambil alih sistem tersebut. Provinsi kemudian pada akhirnya merupakan kumpulan beberapa diosis.
Dahulu, sebagian besar uskup dipilih langsung oleh umat. Dalam suatu kasus yang amat terkenal, St. Ambrosius dipilih menjadi Uskup Milan, Italia, bahkan sebelum ia dibaptis! Pada waktu itu St. Ambrosius adalah seorang gubernur propinsi yang datang ke tempat pemilihan untuk menjaga ketenangan serta keamanan pemilihan. Seorang anak kecil melihatnya dan mulai berteriak-teriak, "Ambrosius, Uskup; Ambrosius, Uskup." Banyak orang mendukung Ambrosius. St. Ambrosius cepat-cepat dibawa untuk mengikuti segala upacara dari seorang yang belum dibaptis hingga menjadi seorang Uskup hanya dalam waktu delapan hari!
Sejak abad kesebelas, uskup selalu ditunjuk oleh Paus. Tentu saja, Paus mengandalkan pendapat-pendapat provinsi setempat serta berbagai kalangan pejabat Vatikan. Jika seorang uskup mengundurkan diri, dipindah tugaskan atau meninggal, para uskup dalam provinsi berunding bersama untuk mengajukan seorang pengganti. Pemimpin provinsi adalah seorang Uskup Agung. Uskup Agung menemui kelompok uskup tersebut serta memilih seorang calon untuk diajukan sebagai uskup baru. Nama calon tersebut dikirim ke Vatikan. Kecakapan calon atau pun para saingannya tidak pernah dinyatakan secara umum. Paus menentukan pilihan akhir. Vatikan meminta persetujuan calon yang terpilih dan pada akhirnya nama Uskup yang baru tersebut diumumkan.
Kata Uskup berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengawas. Seorang Uskup adalah imam pemimpin, administrator keuangan, serta pemimpin dari sebuah diosis/ keuskupan atau keuskupan agung. Lebih dari segalanya, uskup wajib menjadi imam segala imam.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
APA BEDA IMAM, DIOSESAN DAN IMAM RELIGIUS ?
APA BEDA IMAM, DIOSESAN DAN IMAM RELIGIUS ?
Pertama-tama, semua imam adalah orang-orang yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan untuk melayani umat-Nya. Karya kerasulan mereka meliputi khotbah/ ceramah, pelayanan Sakramen dan sebagai gembala umat.
Para imam diosesan adalah para imam yang tergabung dalam suatu wilayah geografis yang disebut keuskupan. Para imam diosesan berada di bawah kepemimpinan seorang uskup. Mereka ditahbiskan untuk melayani umat dalam wilayah keuskupan, biasanya mereka ditempatkan di suatu daerah tertentu yang disebut paroki. Bekerjasama dengan Bapa Uskup, para imam diosesan melayani kebutuhan rohani umat dan mewartakan Injil di wilayah tersebut.
Para imam religius, yang adalah anggota suatu komunitas religius, melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai dengan SPIRITUALITAS dan MISI komunitas religius mereka. Contoh komunitas religius adalah Serikat Sabda Allah (SVD) dan Passionis (CP). Para imam religius terikat pada kelompok religius mereka oleh kaul yang mereka ucapkan. Karya pelayanan mereka adalah seluas misi komunitas religius. Mereka dapat berkarya di wilayah sini atau sana; mereka dapat ditugaskan di manapun sesuai yang ditetapkan pimpinan biara bagi mereka. Jadi, para imam religius tidak terikat oleh wilayah tertentu. Di manapun mereka berkarya, para imam religius melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai spiritualitas dan misi komunitas religius mereka. Passionis didirikan oleh St. Paulus dari Salib untuk senantiasa menghidupkan kenangan akan Sengsara dan Wafat Kristus. Serikat Sabda Allah (SVD) didirikan oleh St. Arnoldus Janssen untuk dengan semangat kasih kepada Allah Tritunggal mewartakan Sabda Allah. Baik para imam Passionis maupun SVD melaksanakan karya kerasulan mereka dengan berbagai macam cara dan di berbagai macam negara di segenap penjuru dunia.
APA ITU ORDO RELIGIUS? Kebanyakan dari kita lebih suka jadi orang yang mandiri. Kita tidak suka orang lain mengatakan kepada kita apa-apa yang harus kita lakukan. Kebebasan memang menyenangkan, tetapi juga harus dibayar mahal. Beberapa keputusan yang kita buat membawa dampak yang buruk. Biasanya dampak tersebut tidak terjadi seketika itu juga, namun lambat-laun dampak tersebut akan mendatangkan masalah yang serius bagi kita.
Kebanyakan, masalah diakibatkan oleh ketamakan dan sikap terlalu mementingkan diri sendiri. Oleh sebab itulah sebagian orang memutuskan untuk mencari cara hidup yang lebih baik. Mereka menggabungkan diri dalam suatu komunitas, yaitu sekelompok orang yang saling berbagi apa yang mereka miliki. Mereka menyerahkan segala harta milik mereka masing-masing dan menjadikannya milik bersama. Komunitas yang paling baik adalah kelompok orang yang bergabung bersama berdasarkan iman kepada Tuhan. Biasanya mereka tinggal bersama. Komunitas seperti ini disebut Ordo Religius. Anggota Ordo tidak hanya berbagi harta milik saja, tetapi mereka juga saling menolong agar masing-masing anggota dapat menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Tuhan. Hal demikian itu disebut Spiritualitas atau rohaniah. Mereka mengatur segala sesuatu dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan tujuan rohani. Ordo-ordo religius adalah tanda hidup yang mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang lebih penting dari hanya sekedar hidup. Hidup itu suatu perjalanan, bukan tujuan.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
Pertama-tama, semua imam adalah orang-orang yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan untuk melayani umat-Nya. Karya kerasulan mereka meliputi khotbah/ ceramah, pelayanan Sakramen dan sebagai gembala umat.
Para imam diosesan adalah para imam yang tergabung dalam suatu wilayah geografis yang disebut keuskupan. Para imam diosesan berada di bawah kepemimpinan seorang uskup. Mereka ditahbiskan untuk melayani umat dalam wilayah keuskupan, biasanya mereka ditempatkan di suatu daerah tertentu yang disebut paroki. Bekerjasama dengan Bapa Uskup, para imam diosesan melayani kebutuhan rohani umat dan mewartakan Injil di wilayah tersebut.
Para imam religius, yang adalah anggota suatu komunitas religius, melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai dengan SPIRITUALITAS dan MISI komunitas religius mereka. Contoh komunitas religius adalah Serikat Sabda Allah (SVD) dan Passionis (CP). Para imam religius terikat pada kelompok religius mereka oleh kaul yang mereka ucapkan. Karya pelayanan mereka adalah seluas misi komunitas religius. Mereka dapat berkarya di wilayah sini atau sana; mereka dapat ditugaskan di manapun sesuai yang ditetapkan pimpinan biara bagi mereka. Jadi, para imam religius tidak terikat oleh wilayah tertentu. Di manapun mereka berkarya, para imam religius melaksanakan pelayanan imamat mereka sesuai spiritualitas dan misi komunitas religius mereka. Passionis didirikan oleh St. Paulus dari Salib untuk senantiasa menghidupkan kenangan akan Sengsara dan Wafat Kristus. Serikat Sabda Allah (SVD) didirikan oleh St. Arnoldus Janssen untuk dengan semangat kasih kepada Allah Tritunggal mewartakan Sabda Allah. Baik para imam Passionis maupun SVD melaksanakan karya kerasulan mereka dengan berbagai macam cara dan di berbagai macam negara di segenap penjuru dunia.
APA ITU ORDO RELIGIUS? Kebanyakan dari kita lebih suka jadi orang yang mandiri. Kita tidak suka orang lain mengatakan kepada kita apa-apa yang harus kita lakukan. Kebebasan memang menyenangkan, tetapi juga harus dibayar mahal. Beberapa keputusan yang kita buat membawa dampak yang buruk. Biasanya dampak tersebut tidak terjadi seketika itu juga, namun lambat-laun dampak tersebut akan mendatangkan masalah yang serius bagi kita.
Kebanyakan, masalah diakibatkan oleh ketamakan dan sikap terlalu mementingkan diri sendiri. Oleh sebab itulah sebagian orang memutuskan untuk mencari cara hidup yang lebih baik. Mereka menggabungkan diri dalam suatu komunitas, yaitu sekelompok orang yang saling berbagi apa yang mereka miliki. Mereka menyerahkan segala harta milik mereka masing-masing dan menjadikannya milik bersama. Komunitas yang paling baik adalah kelompok orang yang bergabung bersama berdasarkan iman kepada Tuhan. Biasanya mereka tinggal bersama. Komunitas seperti ini disebut Ordo Religius. Anggota Ordo tidak hanya berbagi harta milik saja, tetapi mereka juga saling menolong agar masing-masing anggota dapat menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Tuhan. Hal demikian itu disebut Spiritualitas atau rohaniah. Mereka mengatur segala sesuatu dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan tujuan rohani. Ordo-ordo religius adalah tanda hidup yang mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang lebih penting dari hanya sekedar hidup. Hidup itu suatu perjalanan, bukan tujuan.
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya?
PANGGILAN MENJADI “TERANG”
PANGGILAN MENJADI “TERANG”
April 2008, Sby
April 2008, Sby
Bapa Suci Paus Benedictus XVI pada hari minggu panggilan telah memilih tema yang ditawarkan pada kita, yakni “panggilan melayani misi gereja”. Dalam pesan tersebut Bapa Paus menjabarkan bagaimana kisah para murid yang diutus oleh Tuhan Yesus untuk menjadi pewarta, mewartakan Yesus Kristus yang tersalib. Dalam konteks sekarang, menjadi pewarta gampang-gampang susah, ada yang mudah bicara tetapi sulit melakukan ataupun mudah melakukan (pewartaan) tetapi sulit mengungkapkan dengan kata-kata.
Di jaman yang serba rumit dan kompleks ini, menjadi pewarta bukan berarti membacakan Injil keras-keras ditengah jalan yang ramai supaya dilihat orang, tetapi dengan cara yang ditawarkan oleh Yesus Kristus sendiri, yaitu “demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (bdk. Mat 5: 16). Terang yang dimaksudkan adalah bagaimana perbuatan kita menjadi contoh, teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Panggilan dalam konteks ini kita khususkan sebagai pilihan hidup, panggilan untuk menjadi apa saja sesuai dengan keinginan kita, pilihan dari dalam hati, yang mungkin salah satu jalan untuk menjadi terang yang dimaksud. Dalam panggilan ada misteri yang tersimpan, seperti panggilan untuk menjadi rohaniwan/ wati, ada proses tertentu yang menggugah hati dan rasa untuk menentukan pilihan hidup yang nantinya akan dijalani seumur hidup. Demikian pula seperti panggilan menjadi seorang guru, polisi, dokter, pilot, dan bahkan menjadi pemain sepak bola, bulu tangkis, basket, penulis, novelis atau kartunis, itulah panggilan yang dimaksudkan sebagai sebuah pilihan/ jalan hidup.
Panggilan tidak terbatas dalam hal yang rohani saja, seperti penjelasan di atas, panggilan itu punya “rasa” (taste) tersendiri sehingga muncul perasaan untuk benar-benar memilih jalan tersebut. Seperti halnya saat ada doa-doa/ pendalaman iman di lingkungan/ wilayah masing-masing. Ada yang terpanggil untuk tekun menghadiri pertemuan-pertemuan tersebut, ada pula yang memilih untuk tidak hadir.
Doa-doa semacam itu memang undangan, bisa datang, bisa tidak. Tetapi apa yang membuat beberapa umat datang dan berdoa bersama? Apa karena sungkan dengan tuan rumah, yang sudah kenal dekat? Atau karena ini suatu kebutuhan supaya iman semakin tumbuh dan berkembang? Jawaban yang muncul bisa bermacam-macam, tetapi satu yang pasti, dalam undangan semacam itu, yang mengundang adalah Yesus sendiri, bukan semata-mata pengurus wilayah atau lingkungan. Kita merasa terpanggil untuk datang dalam kegiatan-kegiatan tersebut adalah salah satu jalan kalau kita hendak menjadi terang, mewartakan Yesus dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan.
Menjadi terang berarti bisa dan mampu menjadi contoh/ teladan ditengah dunia saat ini karena Dia mengutus kita seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (bdk. Mat 10:16).
Tugas pelayanan untuk melayani misi gereja adalah suatu panggilan tersendiri bagi kita semua di minggu panggilan ini, bersama-sama berusaha untuk hidup baru, menuju ke habitus/ kebiasaan baru. Habitus baru yang bagaimana? Dalam masa prapaskah yang lalu, kita “ditawari” dengan sebuah tema tentang lingkungan hidup yang difokuskan pada sampah, mengubah tulah menjadi berkah. Semoga tema yang “menantang” itu dapat terus dihidupi meski masa prapaskah sudah lewat. Dikatakan “menantang” adalah karena ini (tema APP 2008) menyangkut tentang “kebiasaan dan menjadi terang”.
Sebuah kebiasaan yang agak sulit “dibaharui” oleh kita, sebagai orang minoritas. Ini adalah tantangan bagi kita semua, dan mungkin tidak terbatas kalangan katolik saja, untuk menjadi terang dalam melakukan perkara yang kecil, semisal, dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, memilah-milah sampah (organik/ plastik/ non organik) dan dibuang di tempat sampah yang telah ditentukan, mengurangi penggunaan plastik dan jika memungkinkan ada satu program untuk mendaur ulang sampah. Wacana yang berat untuk dijalankan dalam konteks dunia sekarang, penggerak ada tetapi peminat tidak berimbang. Kalau demikian, salah satu tawaran menjadi “terang” dalam hal yang kecil ini hanya bisa sekedar menjadi wacana tahunan yang tiap tahun berganti tema.
Buah Paskah yang dapat dibagikan adalah bagaimana kita menjadi terang bagi semua orang, terang yang mampu menerangi kegelapan, menjadi harapan bagi yang putus asa, menjadi penolong bagi yang membutuhkan, menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai hal positif untuk dilakukan. Salah satu hal yang ditawarkan adalah bagaimana kita bisa mulai membiasakan diri untuk mengubah “sampah” menjadi berkah, bukan menjadi ancaman global yang menyumbat aliran sungai ataupun sarang penyakit. Niat baik kita kiranya disambut baik oleh banyak orang, sehingga karya nyata akan tampak dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar tema atau slogan saja. Alleluya!!!!!
ADVEN DAN RELEVANSINYA DENGAN GLOBAL WARMING
ADVEN DAN RELEVANSINYA DENGAN GLOBAL WARMING
November 2007, Sby
November 2007, Sby
Advent
Sebentar lagi kita sebagai umat katolik akan memasuki masa advent, masa dimana kita diajak untuk menanti kelahiran Yesus Kristusa dalam peristiwa Natal dan juga menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, dalam arti ini menantikan hari akhir. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masa advent ini adalah masa awal tahun liturgi gereja (tahun baru liturgi gereja katolik), yang mana ada 4 minggu dan ditandai dengan roda/ corona Advent yang dihiasi dengan daun cemara dan diatasnya diletakkan 4 lilin lambang kehadiran Sang Terang.
Global Warming (Pemanasan Global)
Beberapa minggu belakangan ini banyak media massa yang memberi liputan tentang Global Warming atau pemanasan global. Apa sich Global warming itu? Sehingga banyak orang di dunia ini merasa sangat penting utuk dibahas. Perlu kita ketahui bahwa Global Warming (GW, Red) adalah suatu peristiwa dimana suhu bumi menjadi lebih panas dari biasanya dan menyebabkan kekacauan fenomena alam di Bumi. Coba saja kita bandingkan cuaca pada saat ini dengan 5-8 tahun yang lalu, dulu musim penghujan ataupun musim kemarau dapat diprediksikan dalam hitungan bulan, sedangkan sekarang hal itu tidak bisa diprediksikan, kecenderungan musim kemarau terasa lebih lama dan panas sinar matahari sangat menyengat kulit. Selain itu panasnya suhu bumi yang meningkat tajam ini menyebabkan beberapa hutan di Saradan, Madiun dan Kalimantan mengalami kebakaran karena titik api semakin banyak dan sulit dipadamkan.
Peningkatan suhu ini diakibatkan oleh “efek rumah kaca”, maksudnya panas sinar matahari tertahan oleh gas karbon monoksida yang melingkari bumi ini. Alhasil, sinar matahari yang harusnya keluar dari bumi ini tertahan oleh gas-gas tersebut dan kembali lagi ke bumi yang menyebabkan meningkatnya suhu di bumi.
Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan kekacauan alam seperti yang sering kita jumpai dalam media masaa, misalnya banjir besar di India dan Cina, badai Katrina yang terjadi pada 29 Agustus 2005 di AS, penguapan tanah yang menyebabkan tanah retak, dan yang paling fatal adalah melelehnya es di kutub, hal tersebut cukup berbahaya karena akan banyak pulau-pulau kecil yang tenggelam. Dalam film dokumenter “Al Gore: An Inconvenient Truth” penasehat Tony Blair, Perdana Mentri Inggris mengatakan seluruh dunia akan tenggelam jika Greenland atau ½ Antartika barat mencair, akibatnya Florida, San Fransisco, Belanda, Beijing, Shanghai, Calcuta, New Orleans, dan gedung (bekas) WTC akan berada di bawah air, beberapa pulau kecil akan tenggelam. Hal tersebut karena dampak dari GW yang sudah stadium empat/ akhir.
Relevansi
Advent adalah masa dimana kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk kedua kalinya, kapan itu??? Saat-saat yang tidak bisa diprediksikan, tetapi Tuhan sendiri mengajak kita untuk dapat melihat tanda-tanda jaman, bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Dalam peristiwa GW ini manusia disibukkan untuk mencoba mengembalikan keadaan alam yang dulunya indah, tenang, damai, air yang jernih, cuaca dan suhu yang sejuk, serta bersihnya udara dari polusi.
Dalam peziarahan di dunia ini kita hanya diberi tenggat waktu 70 tahun dan 80 jika kuat (Mzm 90: 10a), dalam masa waktu itu kita diberi mandat oleh Tuhan untuk memenuhi bumi dan menaklukkan itu, berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi (Kej 1: 28b) kiranya tugas dari Tuhan ini tidak disalah artikan untuk merusak alam dan menguasai sumber daya alam yang tersimpan dengan serakah. Maksud Tuhan memberikan mandat itu adalah semata-mata untuk menjaga kelangsungan hidup semua makhluk yang ada di bumi ini, supaya kehidupan di bumi ini tercipta suasana seperti yang digambarkan oleh Nabi Yesaya (11: 6-9), menciptakan suasana yang asri, nyaman dengan memanfaatkan dan memelihara lingkungan hidup.
Munculnya issu GW ini adalah karena ulah manusia sendiri, yang maunya menang sendiri dalam mengeruk sumber daya alam secara berlebihan. Apa yang mesti kita lakukan??? Kita harus punya keinginan untuk berubah, kita buat perubahan besar bagi dunia dengan melakukan hal-hal kecil di sekitar kita. Gereja Katolik Indonesia juga peduli dengan keadaan ini, dalam nota pastoral KWI 2004 salah satunya berisi tentang “kepedulian terhadap lingkungan”, KWI berharap agar seluruh umat katolik di Indonesia membantu kelestarian lingkungan hidup. Apalagi visi paroki ini untuk menjadikan Gereja yang ramah lingkungan, bukan hanya semata berhubungan dengan alam saja, melainkan juga dengan masyarakat sekitar.
Beberapa hal kecil yang perlu kita lakukan adalah dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat/ selokan, membuat penghijauan ditaman rumah supaya udara menjadi lebih sejuk dan segar, mengurangi penggunaan AC yang notabene penyumbang gas pembuat “efek rumah kaca” terbesar, dan beberapa hal lain yang ada disekitar kita.
Ulasan ini bukan untuk menggurui tetapi untuk memberi ulasan-ulasan mengenai issu yang mulai memanas, dan ini memang sudah bukan issu lagi melainkan keprihatinan dunia, terlebih hal tersebut dilontarkan oleh Mr. Al Gore, salah satu kandidat calon presiden AS yang kemudian kalah suara dari presiden Bush sekarang. Bila tidak ada perubahan mendasar, seperti yang dipresentasikannya, tidak bisa disangkal lagi kalau ½ dari antartika barat akan mencair dan hal tersebut berbahaya bagi beberapa kota dan pulau yang tersebut di atas tadi. Maka dari itu, mulai sekarang, secara khusus dalam masa advent ini kita menyiapkan hati yang baru untuk menyambut kedatangan Tuhan, baik dalam perayaan Natal atau dalam menunggu kedatangan-Nya yang kedua, entah kapan itu....... menyiapkan hati yang baru juga bisa berarti kita mempunyai kebiasaan baru yang dapat mendukung nota pastoral KWI 2004 tentang melestarikan lingkungan hidup. Semoga kita semua mempunyai niat baik supaya keberadaan kita di bumi ini tetap hidup tanpa ada ancaman akan tenggelam.
SEMINARIS BOLEH MEMBAWA HP DI SEMINARI???????
SEMINARIS BOLEH MEMBAWA HP DI SEMINARI???????
Mei 2007, Sby
Seminari Menengah St. Vincentius A Paulo yang bertempat di Garum, Blitar adalah satu-satunya Seminari Menengah milik Keuskupan Surabaya. Seminari adalah tempat dimana benih-benih panggilan menjadi Imam akan tumbuh, adapun profil seminaris (sebutan bagi siswa yang sekolah di seminari) yang diharapkan adalah menjadi pribadi-pribadi yang dewasa integral, yang memahami jati diri panggilannya beserta konsekuensinya, dalam suasana berahmat (selamat) sejak masa mudanya dan seterusnya. Pribadi-pribadi yang demikian itu adalah pribadi-pribadi yang matang kemanusiaannya, kekristianiannya, intelektualnya, kesiapsediaannya menanggapi panggilan hidupnya dan semangat merasulnya. (Hasil Lokakarya Staf Pembimbing Seminari Garum, 25-27 Juni 2001).
Sebagai satu-satunya Seminari Menengah milik Keuskupan sendiri, sudah layak dan sepantasnya kalau kita memberi perhatian yang lebih pada Seminari Garum (Se-Gar) ini. Dalam perkembangan 3 tahun terakhir (2004) jumlah seminaris terus menurun sampai tahun ini, ada apa dengan ini? Apa karena tidak sesuai lagi dengan semangat kaum muda jaman ini, yang seiring sejalan dengan perkembangan teknologi dan bermacam-macam trend? Atau karena di dalam seminari, yang juga merupakan asrama ini, tidak boleh membawa HP? Apa karena semangat kesederhanaan sudah tidak diminati oleh kaum muda di jaman globalisasi sekarang? Atau sosialisasi yang kurang tentang Se-Gar belum tersebar secara menyeluruh?
Bila kita kaji lagi, profil seminaris (lulusan) yang diharapkan adalah menjadi pribadi yang integral (utuh), belajar peduli dengan siapa dan apapun, belajar menghargai orang lain, dan dapat membangun sikap hidup sederhana karena Tuhan mencintai orang yang berhati sederhana, polos, jujur (Bdk. ‘Cum simplicibus sermocinatio eius’ (Ams. 3:32) (= Allah bergaul erat dengan orang jujur) - ‘Confiteor tibi, Pater, quia abscondisti haec a sapientibus et prudentibus et revelasti ea parvulis’ (Mt. 11:25), dan dalam Mazmur (116:6) dikatakan bahwa TUHAN memelihara orang-orang sederhana). Maka, kurang tepatlah kalau seminaris boleh membawa HP di dalam komunitas (seminari) karena itu tidak mencerminkan sikap hidup sederhana, apa adanya. Ada beberapa hal mengapa tidak diperbolehkan membawa HP. Pertama, karena tidak semua seminaris berasal dari keluarga yang mampu sehingga nanti muncul kesenjangan sosial, ada rasa iri hati atau minder. Kedua, dengan membawa HP membuat tidak fokus ke tugasnya sebagai seminaris, yakni belajar dan mengolah hidup panggilan, karena tiap harinya hanya berpikir untuk bermain HP atau sekedar ngirim-ngirim SMS. Ketiga, seminaris mempunyai waktu-waktu khusus untuk berinteraksi dengan orang tua atau teman-teman di luar seminari lewat jam bebas luar (jam dimana seminaris boleh keluar area seminari yang sifatnya rekreatif, biasanya hari sabtu (14.00-16.30) dan minggu (10.00-13.00) atau hari lain yang jadwalnya sudah diatur oleh staf formator) maka tidak tepat kalau ada yang membawa HP, apapun alasannya. Sanksi yang dikenakan terhitung sebagai sanksi sangat berat.
Seminaris sebagai calon imam tidak ketinggalan jaman seperti pandangan banyak orang, di dalam seminari juga masih dapat mengikuti trend yang ada di luar. Musik-musiknya up to date, film-film yang diputar di bioskop pun dapat dinikmati di seminari. Sarana komputer juga mendukung kegiatan seminaris dalam kefungsionarisan, dan salah bila Se-Gar hanya dilihat dari luarnya saja; sederhana, polos, ndheso, kathrok atau istilahnya, don’t judge the book from the cover, tapi coba lihat ke dalam dan nikmati suasana kebersamaannya. Semua teknologi tersebut merupakan sarana untuk mendukung seminaris supaya melakukan tugasnya dengan baik dan tetap memelihara sikap hidup sederhana. Trend sikap hidup sederhana (termasuk jujur) kapanpun dan dimanapun masih diperlukan, Yesus sendiri mengajak kita untuk menjadi sederhana, polos seperti seorang anak kecil.
Di sisi lain supaya jumlah seminaris bertambah banyak adalah dengan adanya publikasi/ sosialisasi (bisa berupa poster atau brosur). Banyak kaum muda katolik yang kurang tahu kapan dibukanya pendaftaran untuk menjadi Seminaris, dan kepada siapa akan bertanya. Dari sini perlunya publikasi/ sosialisasi pada umat bahwa untuk lebih lanjutnya silahkan bertanya ke pastor paroki masing-masing, selain itu perlu juga ditanamkan bahwa seminari adalah sekolah khusus untuk (siswa) cowok katolik yang berkeinginan untuk menjadi pemimpin, pemimpin ini tak lain adalah pemimpin Gereja, meskipun kenyataannya tidak semua seminaris menjadi Imam nantinya.
Masuk menjadi seminaris adalah merupakan panggilan dari pilihan hidup untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, kaum muda sedikit yang memilih masuk seminari karena hanya dilihat dari satu sisi saja, sedangkan ada banyak sisi lain yang lebih menarik dengan masuk menjadi seminaris. 2000 tahun yang lalu Yesus berkata pada para murid “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Bdk. Mat 9:37-38). Di jaman ini tuaian semakin banyak; orang-orang lelah, miskin, terlantar, orang-orang patah semangat, butuh sahabat. Di jaman ini pula semakin banyak orang merindukan damai dan cerahnya masa depan, semakin banyak orang yang membutuhkan uluran tangan. Kata-kata Yesus ini masih tetap berkumandang menanti para pekerja bagi tuaian di masa depan, kata-kata ini setiap saat menantikan jawaban. Kata-kata inilah yang akan menggerakkan kaum muda untuk mau dan berani bekerja di ladang-Nya, Seminari Garum adalah salah satu tempat pembinaannya (selain novisiat/ postulat). Masih adakah kaum muda, para remaja yang tergerak hatinya untuk menjawab panggilan Yesus bekerja di ladang tuaian-Nya? Tidak tergerakkah anda untuk mengikutinya????
Teman-teman “Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN?”Sebagai satu-satunya Seminari Menengah milik Keuskupan sendiri, sudah layak dan sepantasnya kalau kita memberi perhatian yang lebih pada Seminari Garum (Se-Gar) ini. Dalam perkembangan 3 tahun terakhir (2004) jumlah seminaris terus menurun sampai tahun ini, ada apa dengan ini? Apa karena tidak sesuai lagi dengan semangat kaum muda jaman ini, yang seiring sejalan dengan perkembangan teknologi dan bermacam-macam trend? Atau karena di dalam seminari, yang juga merupakan asrama ini, tidak boleh membawa HP? Apa karena semangat kesederhanaan sudah tidak diminati oleh kaum muda di jaman globalisasi sekarang? Atau sosialisasi yang kurang tentang Se-Gar belum tersebar secara menyeluruh?
Bila kita kaji lagi, profil seminaris (lulusan) yang diharapkan adalah menjadi pribadi yang integral (utuh), belajar peduli dengan siapa dan apapun, belajar menghargai orang lain, dan dapat membangun sikap hidup sederhana karena Tuhan mencintai orang yang berhati sederhana, polos, jujur (Bdk. ‘Cum simplicibus sermocinatio eius’ (Ams. 3:32) (= Allah bergaul erat dengan orang jujur) - ‘Confiteor tibi, Pater, quia abscondisti haec a sapientibus et prudentibus et revelasti ea parvulis’ (Mt. 11:25), dan dalam Mazmur (116:6) dikatakan bahwa TUHAN memelihara orang-orang sederhana). Maka, kurang tepatlah kalau seminaris boleh membawa HP di dalam komunitas (seminari) karena itu tidak mencerminkan sikap hidup sederhana, apa adanya. Ada beberapa hal mengapa tidak diperbolehkan membawa HP. Pertama, karena tidak semua seminaris berasal dari keluarga yang mampu sehingga nanti muncul kesenjangan sosial, ada rasa iri hati atau minder. Kedua, dengan membawa HP membuat tidak fokus ke tugasnya sebagai seminaris, yakni belajar dan mengolah hidup panggilan, karena tiap harinya hanya berpikir untuk bermain HP atau sekedar ngirim-ngirim SMS. Ketiga, seminaris mempunyai waktu-waktu khusus untuk berinteraksi dengan orang tua atau teman-teman di luar seminari lewat jam bebas luar (jam dimana seminaris boleh keluar area seminari yang sifatnya rekreatif, biasanya hari sabtu (14.00-16.30) dan minggu (10.00-13.00) atau hari lain yang jadwalnya sudah diatur oleh staf formator) maka tidak tepat kalau ada yang membawa HP, apapun alasannya. Sanksi yang dikenakan terhitung sebagai sanksi sangat berat.
Seminaris sebagai calon imam tidak ketinggalan jaman seperti pandangan banyak orang, di dalam seminari juga masih dapat mengikuti trend yang ada di luar. Musik-musiknya up to date, film-film yang diputar di bioskop pun dapat dinikmati di seminari. Sarana komputer juga mendukung kegiatan seminaris dalam kefungsionarisan, dan salah bila Se-Gar hanya dilihat dari luarnya saja; sederhana, polos, ndheso, kathrok atau istilahnya, don’t judge the book from the cover, tapi coba lihat ke dalam dan nikmati suasana kebersamaannya. Semua teknologi tersebut merupakan sarana untuk mendukung seminaris supaya melakukan tugasnya dengan baik dan tetap memelihara sikap hidup sederhana. Trend sikap hidup sederhana (termasuk jujur) kapanpun dan dimanapun masih diperlukan, Yesus sendiri mengajak kita untuk menjadi sederhana, polos seperti seorang anak kecil.
Di sisi lain supaya jumlah seminaris bertambah banyak adalah dengan adanya publikasi/ sosialisasi (bisa berupa poster atau brosur). Banyak kaum muda katolik yang kurang tahu kapan dibukanya pendaftaran untuk menjadi Seminaris, dan kepada siapa akan bertanya. Dari sini perlunya publikasi/ sosialisasi pada umat bahwa untuk lebih lanjutnya silahkan bertanya ke pastor paroki masing-masing, selain itu perlu juga ditanamkan bahwa seminari adalah sekolah khusus untuk (siswa) cowok katolik yang berkeinginan untuk menjadi pemimpin, pemimpin ini tak lain adalah pemimpin Gereja, meskipun kenyataannya tidak semua seminaris menjadi Imam nantinya.
Masuk menjadi seminaris adalah merupakan panggilan dari pilihan hidup untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, kaum muda sedikit yang memilih masuk seminari karena hanya dilihat dari satu sisi saja, sedangkan ada banyak sisi lain yang lebih menarik dengan masuk menjadi seminaris. 2000 tahun yang lalu Yesus berkata pada para murid “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Bdk. Mat 9:37-38). Di jaman ini tuaian semakin banyak; orang-orang lelah, miskin, terlantar, orang-orang patah semangat, butuh sahabat. Di jaman ini pula semakin banyak orang merindukan damai dan cerahnya masa depan, semakin banyak orang yang membutuhkan uluran tangan. Kata-kata Yesus ini masih tetap berkumandang menanti para pekerja bagi tuaian di masa depan, kata-kata ini setiap saat menantikan jawaban. Kata-kata inilah yang akan menggerakkan kaum muda untuk mau dan berani bekerja di ladang-Nya, Seminari Garum adalah salah satu tempat pembinaannya (selain novisiat/ postulat). Masih adakah kaum muda, para remaja yang tergerak hatinya untuk menjawab panggilan Yesus bekerja di ladang tuaian-Nya? Tidak tergerakkah anda untuk mengikutinya????
(I Samuel 15:19)
Friday, January 15, 2016
Hidup lagi
Yah.. sejak 6 tahun silam, blog ini jarang diapa2in, beralih ke FB dan Twitter.
Semoga aja tahun ini mengawali semua hal baik dan makin banyak yang ditulis.
Sekian dan terima kasih
hehehehehe
Tuesday, April 6, 2010
Februari 2010
-->
1 Februari 2010
Awal bulan yang mencengangkan, banyak peristiwa yang sulit untuk diutarakan. Dari semalam, rasa capek dan lelah hinggap di tubuhku. Karena hari minggu kemarin adalah hari yang selama ini kunantikan, sudah lama buat janji untuk bias jalan bareng Stenly di acara2 REKAT Kepanjen, baru terlaksana minggu kmrn. Minggu pagi rencana misa pagi pertama di Algonz, tapi karena malemnya maen game sampai tengah malam, tidak bisa bangun jam 06.30. Akhirnya bangun agak siang dan itu ke Algonz hanya untuk menyerahkan titipan tugas agama dari Ira.
Setelah dari Algonz, meluncur ke rumah Stenly di Rungkut mapan. Cuaca cukup cerah, kemudian kami ke rumahnya Hansi, setelah agak lama berbicara ke sana kemari, rencana jam 10 sudah ada di Kepanjen, jadi sedikit lama karena masih dalam perjalanan.
Sesampainya di Kepanjen, kami langsung masuk mengikuti pertemuan REKAT. Cukup singkat karena waktu kami datang kurang 30 menit berakhir. Nah, ini.. setelah dari Kepanjen, menuju ke HKY untuk kumpul acara pemuda katolik. Agak berat, karena tidak “in” tapi karena ada sungkanisasi, ya datang aja…
Jam 2 siang kami makan di taman Bungkul, kebetulan bersama dengan Dhika, teman STM dulu… (dia yang bayarin…. Asyik… ngirit.. hehe) setelah lunch, kami meluncur ke rumahnya Agus… saat yang kunantikan setelah terakhir kali aq mengajak mereka maen ke rumahku. Kami bercanda bareng, tertawa lepas.. berbagi cerita.. pokoknya aq merasa jadi kakak yang mendampingi adik-adiknya… entah kenapa ada rasa yang agak sulit diterjemahkan.
Selalu yang ada dalam hatiku, ketika keakraban mulai terbentuk, suasana mulai mencair, aq sedih untuk mengakhiri kebersamaan itu. Agak berat juga meninggalkan situasi yang menurutku seru dan menarik itu. Rasaku untuk mempersatukan yang retak, senang rasanya… tapi bila perpisahan sudah menjadi bomerangnya, aq tidak bisa berbuat apa-apa.
Sepulang dari rumah Agus untuk nganter Stenly pulang yang diiringi dengan hujan yang sedikit deras, aq ngantuk dan sedikit tertidur di sela-sela kesibukan. Malamnya, karena lapar, jadi masak nasi dan telur. Paginya waktu bangun, bukannya tidak siap, tapi rasanya masih berat meninggalkan alam mimpi. Ini hari ke sekian aq tidak berdoa, bingung mau berdoa… dibilang tidak bersyukur, salah… karena setiap kejadian aq mengambil hikmahnya secara langsung, tidak lewat doa… jadi menurutq doa adalah permenungan pribadi secara langsung (ini berkaitan dengan cerita di hari ini).
Itu kisahku hari ini, dengan bekal warna di hari minggu kemarin. Malamnya, karena kelaparan dan di luar rumah gerimis (mau cari makan) akhrnya masak mie goreng… menerima beberapa telepon dan sms-sms yang semoga saja membuatq semakin bersemangat untuk esok hari.
Terima kasih, Bapa… banyak peristiwa yang kualami, semoga banyak hal ini membuat aq semakin tumbuh dan terus mengembangkan banyak kelebihan yang aq punya dalam hal mendampingi, memelihara dan menyatukan. Saya tidak tahu bagaimana mengobati rasa rindu ini dan hampanya hati ini, keyakinan terbesar adalah bagaimana Tuhan telah menyiapkan jalan yang lebih indah bagiku. Dalam kepercayaan itulah, aq yakin kalau tidak akan pernah kekurangan. Dalam hal financial, semoga banyak hal bisa aq tabung untuk membeli beberapa barang yang berguna bagi kebutuhanku. Amien.
2 Februari 2010
Hari kedua dalam bulan, tapi saya sudah menghabiskan jatah speedy sebanyak 1 Giga… wow.. banyak download beberapa lagu dan program-program sich… aduh.. tanggung jawab neh… susah juga klo di laptop ada firefoxnya.. pengennya buka FB dan download-download geto… haha
Gk ad yang special hari ini, cumin rasanya mata ini pengen sakit…. Liat laptop mulu… kepala juga agak kurang enak… Sore itu ujan tapi tidak seberapa deras, setibanya di rumah ternyata banjir, untungnya cuman masuk di teras depan aja… hehe.. Thx God.
3 Februari 2010
Mengawali hari dengan kebingungan… karena apa?? Bayar telpon… haha semalam dah bayar hutang ke kuncoro, Djaya, PLN dan Mandiri… duh… susahnya klo gk bisa ngontrol duit… mana ada temen yg belum bayar hutang lagi… wadow…. Susahhhhhh…
Trus gmn lg??? ya dengan hemat makan, dan mampu bertahan hidup dengan sekian ribu rupiah… mau minta mama dan kakak steny, sungkan… tapi ntar aja ah… waktu imlek… semoga mereka punya banyak rejeki untuk bantu aq bayar kuliah… haha… wadow… capek….
Nih… jam 5 sore cuaca masih cerah merona… haha.. apaan sich… saat telingaku mendengarkan salah satu radio anak muda, dikatakan daerah Surabaya hujan deras… aneh khan.. tapi ya… warning aja….
Mulai di Mayjen Sungkono pusat kemacetan terlihat, yakni banjir besar… memang sudah langganan sich d situ… saya pilih jalan yang lain, lewat dukuh kupang…. Secara garis besar.. karena kenekatan.. akhrnya sampai dekat rumah… haha… sepeda saya titipin di rumahnya om.
Masuk rumah, sedikit cuci piring 2 hari yang lalu, masak nasi dan makan malam… meski sederhana.. hal itu dapat mengurangi kemarahan perut.. haha… ya wez.. istirahat dulu.. bsk rencana mau beli pecel.. kangen… haha
4 Februari 2010
Pucuk di cinta ulam pun tiba.. semalem khan pengen pecel.. eh… tadi pagi mampir ke rumahnya Om, mereka sedang sarapan pecel.. jadi beli deh pecel di gang 6 untuk makan siang ntar… hehehe
Pagi ini semuanya serasa sesuai dengan wishq.. Ntar sore ada bedah buku tentang sejuta hati untuk Gus Dur oleh Demian Dematra, beliau menulis buku setebal 426 halaman dalam waktu 3 hari-3 malam.. wow… kesan yang sekilas muncul… wadow.. gak pingsan tuh orang.. hahaha…
Malamnya di wisma HKY, bedah buku berjalan dengan baik… kejutan yang kunantikan… aq bertemu dengan teman-teman tingkat I yang berjubah, teman-teman frater Providentia Dei. Seusai acara banyak waktu kita habiskan untuk ngobrol bareng… senang rasanya… sepertinya suasana hati ini hidup kembali dengan semangat baru… Thx Pren…. Meski kalian adik kelasq dan skrng mulai meniti jalan panggilan, terus semangat dalam mengimani jalan itu… Doaq menyertaimu…
5 Februari 2010
Hari ini adalah peringatan 4 tahun meninggalnya papi, beberapa sms sudah saya kirimkan dan itensi misa pun sudah saya mintakan tolong untuk didoakan dalam misa. Secara khusus, tidak ada doa di Surabaya… sebenarnya ingin saya adakan, tapi karena masalah biaya… hal itu urung dilakukan…
Sore hujan sangat deras, sampai-sampai lampu padam.. waaa… baru ini hujan, lampu juga padam…
Dalam perjalanan, banjir masih ada tapi tergolong sedikit kecil dibandingkan kemarin… sesampainya di rumah.. langsung masak nasi dan telur… ini tanggal2 muda harus mesti berhemat… karena pengeluaran yang belum stabil… kalau ada teman yang sudah bayar hutang, pasti semua kembali stabil… Agak rumit memang… tapi gimana lagi…
6 Februari 2010
Pagi2 Felani sudah sms ngucapin selamat pagi, aduhhhh….. dia seseorang yang awalnya aq menaruh harapan… tapi aq yakin dari awal.. memang tidak bisa dan dia tidak ada hati untuk aq… tapi ya.. sudahlah…. Biarkan semua berjalan apa adanya dan suatu saat nanti pasti hatinya akan terbuka… hehehe… mimpi kali yee…. hahaha
Hari ini agaknya sesuatu yang lain hinggap di tubuhku.. haha… gak biasanya… bangun pagi… cuci baju, nyapu dan ngepel rumah… wuuiiiihhhh… bersih… pengen sich rumah bersih terus, tapi malesnya itu lho… hahahaha… seharian ini aq gak keluar2… di rumahnya om saja, maen laptop… makan pun di rumahnya om.. malemnya balik rumah lalu tidur… rasanya masuk angin neh.. agaknya karena air minum ini… ntar klo ada duit, mau beli air yang galonan aja…
Yang anehnya lagi, air PDAM sama sekali tidak keluar, meski dah berjam2 kran air ku buka… waa…. mesti complain neh… waduh.. untung masih ada air untuk mandi pagi… hehehe
7 Februari 2010
Minggu ini aq misa di Algonz yg ke dua, dengan maksud sekalian pertemuan misdinar gitu… nah, misa usai.. dah dapat penyegaran pemikiran dan kesejukan hati setelah 2 minggu absen… hehehe… Maaf, Tuhan…
Rupanya pertemuan misdinar tdk ada, nah bertepatan juga dengan misa lansia. Tuhan pun mulai memanggil anakNya yang telah lama hilang, saya tugas misdinar setelah sekian lama tidak menggunakan jubah kesayangan… hehe…. senangnya… Terima kasih, Tuhan.
Dalam misa tersebut, diberi pula minyak pengurapan orang sakit, dan saya menerimanya… Syukur bisa menerima rahmat sakramen tersebut, dengan demikian saya semakin mantap bila suatu saat Tuhan memanggil di saat yang tidak terduga.
Seusai misa langsung meluncur ke HKY untuk ikut mapenta pemuda katolik, sampai jam 5an. Setelah itu maen ke tempat kerjanya Hery bersama Dhika sampai jam 7 malam. Kembali ke rumah dengan gerimis mengiringi, sesampainya d rumah menyempatkan sedikit untuk melihat Mario Teguh di Metro TV, untuk menambah perbendaharaan “kebijakan”.
8 Februari 2010
Senin datang, saatku makin dekat… seharian kayak orang ling-lung, maen FB, YM… menjelang hari yang sudah disiapkan…. Off untuk hari ini..
9 Februari 2010
Detak jantung semakin keras ketika setiap ada sms atau telp lewat XL, dan kecemasan tersebut terbukti tepat pk. 22.00 WIBB. Sepanjang hari rasanya tidak enak, dan smua berlalu begitu cepat. Tinggal besok saja…
10 Februari 2010
Keadaan dari pagi, jantung makin berdegup kencang… agak siang saya menghubungi seseorang dan sejak itu saya mulai merasakan kedamaian.. Saya siap dengan semua rancangan yang ada, saya yakin semua berjalan dengan baik seiring tangan Tuhan yang senantiasa menuntunku. Malam ini secara khusus ada di “cerpen” saya… sorenya ke rumahnya sten dulu... senang rasanya...
11 Februari 2010
semua berjalan dengan kedamaian, meski ada tanggapan mengenai “cerpen” saya.. setelah itu kerjaan berjalan dengan baik dan baru kali ini saya merasakan sebagai admin.. hehehe
Dalam kedamaian tersebut, saya merasakan hidup baru, seiring dipanggilnya lagi saya oleh Tuhan dalam bertugas, dan komitmen saya, akan terus memenuhi panggilan tersebut…
12 Februari 2010
Keadaan yang sama, damai dan tanpa ada beban yang terpanggul, saya yakin Tuhan telah mengangkat bebanku dan menjadikannya indah tepat pada waktunya, sepulang kerja saya cek laptop agnes dan seusai itu pulang lihat film anjing “CJ7”… hehehehe
13 Februari 2010
Malam tahun baru Imlek dan hari valentine, seharian ini saya mengisi hariku dengan penuh warna. Pagi hari saya nyekar ke mami dan siangan ke HKY untuk mengambil honor, rupanya rejeki selalu datang dan siang itu saya makan RW dan minum kopi starbucks, bersyukurlah… hehe
Malam ini saya rencana mengumpulkan teman-teman untuk bersama bercerita dan merumuskan acara reuni. Seusai dari wisma HKY, saya menuju kantornya Heri di Bintoro. Banyak hal yang kita bicarakan, nostalgia dan merumuskan rencana untuk reuni.
Pulang rumah langsung coba setting internet broadband punya Agnes, kemudian mandi dan menuju rumahnya Heri untuk berkumpul di rumahnya Yohana. Menyusul pula Agus dan Dhika, kita bersama makan di gubeng pojok. Saat itu ada pemandangan yang sedikit berbeda, di stasiun Gubeng, terdapat banyak BONEK yang berkumpul dan menyambut kedatangan supporter dari PSIB (Bandung) yang akan bertanding bola minggu sore.
Seusai makan, kami melanjutkan ngobrol-ngobrol di rumahnya Heri sampai lebih kurang jam 2 dini hari, banyak canda, tawa dan rumusan-rumusan serta nostalgiaan.
Menutup hari yang baik ini dengan kebersamaan dan canda tawa, dengan harapan sepanjang hari ini akan banyak kebersamaan dan sukacita yang dapat saya berikan dan saya terima. Selalu bersyukur dan berusaha menjadi yang terbaik.
14 Februari 2010
Bangun pagi di hari yang baru jam 09.00, spontan langsung sms ke smua contact number yg ada di HPq, bnyk sms dan smuanya sudah disiapkan. Breakfast dan ngetik kata-kata sambil nonton TV. Minggu ini aq tidak menyibukkan diri di greja, dalam pertemuan misdinar dan sebaginya... saya perbanyak waktu di rumah dan malamnya, main game.. hahaha
15 Februari 2010
Hari senin, hari persiapan menjelang rabu abu... dalam kejenuhan dan kepenatan aq bergelut... di kantor sepi... semoga makin banyak pesanan yang masuk... Hari ini terlewat begitu saja...
16 Februari 2010
Malam rabu abu, malam persiapan untuk memasuki masa tobat, rencana jauh2 hari akan main ke rumahnya Stenly, tapi ketika aq pulang kerja dan mengkonfirmasi kepastiannya, dia lupa dan.... aduh..... hehehe
17 Februari 2010
Hari ini, rabu abu... Malamnya saya bertugas misdinar, salah satu keinginanq pun terwujud, di mana kerinduanku untuk kembali melayani di Altar Tuhan kembali membuka tangan kasihNya... seusai misa kembali ke rumah dan tetap berpuasa...
18 Februari 2010
Belajar gambar-gambar lewat aplikasi corel.
19 Februari 2010
Jum’at ini berjalan seperti biasanya, malamnya hujan deras, sore langsung meluncur ke gereja untuk mengikuti jalan salib dan misa...
20 Februari 2010
Pagie2, setelah cuci baju dan sebagainya, saya meluncur ke rumahnya Sten untuk minta copyan software corel... aq d rumahnya Sten lumayan lama, dari jam 1an siang - 16.30an, setelah itu ke tempat kerjanya Hery, banyak yang didiskusikan. Pulangnya hujan deras, jadi tidak sempat kemana-mana... hehe... susahnya musim hujan, mau kemana2 hujan datang dan butuh antibody yg kuat.. klo gk bisa kena flu bertaon-taon....
21 Februari 2010
Minggu ini saya misa di Algonz, biasa misa kedua.. lalu ikut misa Korea, sebenarnya ada tugas meliput, tapi kalau gk bawa kamera, gimana bisa??... waktu itu yang mempersembahkan misa RD. Boedi Raden.
Misa usai, saya pulang dan sorenya ke rumah Rendy, di Benowo (ujung, hehe... jauh banget) untuk minta CD (sungkan, sbenere bayar sich...) vista atau windows 7. Di rumahnya Rendy sampai agak malam, sekitar jam 21.00... sempet juga jalan-jalan keliling kompleks dan cukup hening sich... hehehe
Sesampai di rumah, langsung mencoba install windowsnya supaya besok bisa di pakai.. setelah semua usai, tidur deh... cukup melelahkan...
22 Februari 2010
Senin ini lumayan ngantuk, seharian kerja di corel draw... sore, langsung meluncur ke kampus, untuk registrasi... ternyata tak disangka dan sudah terduga... Pernyataan awal yang katanya aq bebas biaya dengan IP minimal 3, ternyata salah paham, itu program lama, sekarang hanya dapat potongan 20%... hahaha... dalam hati tertawa dan lucu saja... hehe
Langsung deh urus semua hal, termasuk surat2 dan tembusan mengubungi yang bersangkutan... Kalau ini RD. Eko Budi Susilo, tidak akan berlarut-larut.. langsung diselesaikan... hahaha, lucu aja....
23 Februari 2010
Sore hari ke kampus untuk bicara dengan dekan dan kaprodi, paginya sudah menghubungi ketua wilayah.. selesai itu semua, malemnya saya ke paroki untuk minta tanda tangan dan “pertanggung jawaban”, eh... ternyata gak di kasih duit dulu, cuman tanda tangan aj.. hahahaha.... ya udah, itu terakhir aja, selanjutnya tdk akan bergantung lagi dengan paroki, toh kalau bayar sendiri hanya 480.000 per 3 bulan... aduh... lumayan juga.. hehe
24 Februari 2010
Malam ini, rumahku dipakai untuk doa APP I... Aq belikan gorengan, begitu mengagetkan, ternyata sampai rumah jam 18.30an... tidak biasanya... aduh... hehe...
Sesampainya di rumah, mempersiapkan ini dan itu... dan akhirnya doa akan dimulai, tetapi.... bip... lampu padam, tidak hanya rumahq, tapi satu kompleks... hahaha... lucu dan mengagetkan... seketika itu telp PLN dan sementara menggunakan lilin yang banyak serta lampu darurat.. hehehe
Doa usai, ada pembicaraan mengenai pengurusan lingkungan, semoga menghasilkan sesuatu yang berguna.. malamnya Agus dan Yohana datang, mereka menemani sampai jam 2.30an pagi....
25 Februari 2010
Hari ini hari akhir KRS online, surat-surat sudah disiapkan dan sebagaimana dengan prosedur yang ada, saya melakukan sesuai aturan, meski belum jelas nanti paroki memberi berapa... haha.. ya sudah, pokoknya backup duit aja... susah nih klo masalahnya duit melulu... hehe
Di kampus ketemu dengan beberapa teman untuk mempersiapkan semua hal, baik tentang KRS atau persiapan LKMM TD. Meski hujann deras, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus mengupayakan dan menuntut tanggung jawab (cie...)... hahaha... udah2... jangan dipercayai lagi klo gak ada kontrak tertulis... hehe
26 Februari 2010
Terbangun pagi karena sakit perut, semalam makan makanan yang lumayan pedas, bukan pedasnya tapi karena siangnya perut masih kosong, nah mungkin kaget diberi makan yang pedas... hahaha
Hari ini saya mencoba puasa makanan, tapi cuman minum doang... klo gak gt bs pingsan berdiri aq... wadow....
Hari ini rencana mau ke TP untuk berkumpul dengan temen2 SMK dulu, dengan harapan melalui pertemuan singkat ini, kita dapat mempersiapkan pertemuan yang lebih besar, yakni bersama guru2.... hehe... Reuni yang sesungguhnya... hahaha
Nah.... malam sore yang dinanti pun tiba.. teman2 mulai berkumpul dan bersama membahas sesuatu yang mungkin ini agak lama dinanti, yakni reuni... Ada sekitar 13 teman yang datang, dari 32 orang bahkan lebih. Dalam pertemuan yang lumayan lama dan akrab tersebut, sedikit kami bernostalgia... rupanya temen2 tidak jauh beda dengan keadaan 5 tahun silam.. cuman bentuk tubuh saja yang agak kelihatan.. hahaha...
Setelah dari TP, langsung meluncur ke kampus untuk melihat pasar murah.. setelah itu pulang dan istirahat... huftt.... hari yang melelahkan... Tapi, terima kasih Tuhan atas pertemuan yang indah ini...
27 Februari 2010
Sabtu ini rasanya agak lama, pagi hari sudah sms ke semua teman2 mengucapkan terima kasih karena kemarin sudah datang dalam pertemuan di TP. Setelah sms semua teman bersamaan dengan cuci baju, setelah itu meluncur ke ADIRA dan setelah itu makan siang bersama Yohana...
Setelah makan siang di daerah UNTAG, saya meluncur ke kampus untuk ketemu sama Sten buat ambil keplek LKMM TD III. Setelah dari kampus menuju tempatnya Hery sebentar dan menuju rumah untuk mandi, persiapan berangkat menuju Yakobus..
Seusai dari Yakobus, bersama teman2 Rekat Kelsapa jalan2 ke PTC sampai malam dan kemudian lanjut lagi berkumpul bersama Yohana, Agus, Dino, Mansyur di Gubeng Pojok sampai kira2 jam 3 pagi. Berikut saya lampirkan pengeluaran mulai hari ini:
Bensin = 15.000; Pulsa XL = 10.000; Pulsa Starone = 5.000; ADIRA II= 346.000; Perpanjangan ADIRA = 28.000; Lunch = 14.000; Tambal ban= 6.000; Ganti oli dan servis = 41.500; Dinner = 20.000; Parkir = 4.000; APP = 20.000
28 Februari 2010
Meski tidur subuh, tetapi semangat pagi ini harus tetap membara (cieee....) karena ini hari LKMM TD III, pagi hari setelah bangun, meluncur dahulu ke gereja untuk minta stempel. Sesampai kampus, meski agak terlambat, saya mencoba mengikuti acara LKMM TD ini dengan baik.
Acara LKMM TD berakhir pukul 16.30an dan selanjutnya bersama Sten mengantar Udith dan Devina ke rumahnya, sementara Sten mandi dan pulang ke rumah, saya menunggu di rumahnya Udith. Setelah menunggu lumayan lama, kami meluncur ke kampus. Sesampainya di kampus, saya sama Sten cari maem, yang lumayan jauh, kita berjalan kaki dan dalam perjalanan itu banyak hal yang diceritakan, mulai dari yang sedih hingga yang ceria... senang rasanya...
Dalam mencari makan, beberapa tempat makan yang ingin kami tuju rupanya kebetulan tutup, jadi kami berjalan cukup jauh dan menemukan sebuah depot yang menjual nasi goreng (karena katanya Sten ngidam nasgor). Sambil makan, banyak hal kita bercerita lagi, rasanya senang hatiku.. hehe ada keceriaan di situ... meski makan dikit, klo bisa lama sama Sten rasanya udah kenyang... baru ini aq merasakan jadi kakak yang mencoba memberikan yang terbaik untuk adikx... (semoga dia juga mengalami kegembiraan ketika bersama aq, yang dianggap kakak cowoknya.. meski di gereja dia deket dengan kakak ceweknya... haha...)
Setelah makan malam kami kembali ke kampus dan Sten mulai lagi kerja sesuai job desx, di sisi lain saya pulang untuk sejenak istirahat. Dalam perjalanan pulang, ada sesuatu yang lain, yakni angin puting beliung di daerah mayjend sungkono, banyak pohon2 yang tumbang dan papan reklame/ baliho serta lampu lalin pun turut “terputar” mungkin karena angin yang begitu kencang.
Pengeluaran hari ini hanya untuk makan, yakni lunch = 4.000; Dinner sama Sten = 21.000.
Thursday, April 3, 2008
Akhirnya........Fuuuhhhhh........
Setelah lama saya cari-cari warnet yang bisa ngebuka blogger, akhirnya dapet juga........ sebenarnya banyak yang ingin aku bagikan, secara khusus adalah moment Pekan Suci kemarin....... pengennya share dengan anda-anda sekalian tetapi karena kendala warnetnya yang nge-blok blooger ini, jadinya saya ndak mood lagi dech.........
Tapi kali ini akan saya bagikan beberapa tulisan-tulisan saya (artikellah...... bisa dibilang begitu) yang sempat atau tidak termuat di salah satu tabloid rohani, berikut beberapa artikel tulisan saya:
Tapi kali ini akan saya bagikan beberapa tulisan-tulisan saya (artikellah...... bisa dibilang begitu) yang sempat atau tidak termuat di salah satu tabloid rohani, berikut beberapa artikel tulisan saya:
Banjir t’lah datang............. Banjir t’lah datang ....................
Ngungsi...... Ngungsi....... Ngungsi.......
April 2007, Sby.
Ngungsi...... Ngungsi....... Ngungsi.......
April 2007, Sby.
Lirik diatas adalah gubahan dari lagu “libur t’lah tiba” yang dinyanyikan oleh Tasya beberapa tahun silam. Rupanya banjir adalah program 5 tahunan yang mungkin selalu bertamu ke ibu kota Indonesia, Jakarta. Sejak hujan menguyur kota Jakarta pada 3 Februari silam, air mulai mengenangi jalan-jalan protokol dan akibatnya banjir pun tak terelakkan. Banjir kali ini menurut survey adalah banjir yang terbesar dan terluas dibandingkan banjir pada 5 tahun silam. Tahun ini, beberapa wilayah ibu kota yang biasanya tidak tergenang banjir terpaksa harus menerima tamu yang tak diundang tersebut. Banjir mulai meluas dan ditambah lagi mendapat kiriman air dari Depok dan Bogor, tak ayal petugas penjaga pintu air Manggarai pun bingung dan takut harus berbuat apa?
Sudah sekitar 2,5 minggu warga ibu kota terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, memang harta benda tidak sempat diselamatkan tetapi yang penting tidak memakan banyak korban jiwa. Dari berbagai bencana di awal tahun 2007; tentang hilangnya KMP Senopati Nusantara, hilangnya pesawat Adam Air, anjloknya KA Bengawan, tergelincirnya pesawat Adam Air (sehingga terpaksa mendarat di bandara Juanda-Surabaya), angin puting beliung yang memporak-porandakan kota Yogya, Gempa di daerah ambon, Lumpur Lapindo yang belum teratasi sampai sekarang, terbakar dan tenggelamnya KMP Levina I, longsor di lereng Wilis dan banjir yang melanda beberapa kota di Indonesia. Tuhan mau mengatakan apa pada kita??
Lalu, bencana-bencana diatas termasuk banjir Jakarta apakah mempunyai arti tersendiri bagi kita? Itu semua anugerah, atau peringatan dari Tuhan? Dalam perjanjian lama, Tuhan memperingatkan Firaun dengan memberi sepuluh tulah, maksudnya supaya Firaun percaya pada Tuhan lewat tangan Musa tetapi Firaun tetap bebal hatinya, ia tidak mau mengindahkan peringatan Tuhan yang disampaikan Musa, ia tetap tidak percaya dan tidak mau bertobat. Dan pada jaman Nuh, Tuhan memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa karena dosa yang telah manusia perbuat. Tetapi Tuhan mengadakan perjanjian dengan Nuh dan keluarganya, dan inilah janji-Nya "...... Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (Kej 9:11) dan inilah tandanya bahwa Tuhan tidak akan mendatangkan air bah “Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.” (Kej 9:13). Jadi, Tuhan tidak akan mengirimkan lagi air bah, maka kurang tepat kalau kita menyebut banjir sebagai air bah! Tuhan senantiasa melindungi dan menyertai kita, Ia ingat dan menepati janji-janji-Nya, seperti yang tertulis pada kitab Yesaya (54:9) “.........Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi”. Banjir juga salah satu anugerah dari Tuhan, kita diberi banyak air yang melimpah dan kita diajak untuk kembali peka dengan lingkungan sekitar, ada banyak hikmah dibalik kejadian ini semua.
Bila kita kaji lebih dalam lagi tentang unsur yang terkandung di dalam air, air mempunyai 2 unsur yang tidak mungkin bisa hilang. Pertama, air yang membersihkan. Biasanya, kita menggunakan air untuk mandi atau mencuci pakaian, air dalam arti luas untuk membersihkan yang kotor menjadi bersih. Dalam pembaptisan kita juga menggunakan air sebagai materia babtis simbol pemurnian diri kita untuk hidup baru dalam Kristus. Kedua, air yang memusnahkan. Contohnya tidak jauh-jauh, bencana Tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun silam. Air laut memusnahkan semua yang dilaluinya; tumbuhan, bangunan bahkan manusia. Begitu juga dengan banjir yang melanda Jakarta, air menghancurkan beberapa rumah di daerah sungai Ciliwung dan beberapa tempat yang lain.
Bencana datang dikarenakan ulah manusia sendiri, banjir datang karena perilaku kita yang kurang peduli dengan lingkungan, contohnya membuang sampah sembarangan tanpa rasa bersalah, tidak adanya program penghijauan (lahan hijau) di kota-kota besar, penebangan hutan secara liar karena keserakahan manusia, dan kurangnya perawatan lahan kota (banyaknya bangunan mall/ ruko). Beberapa hal diatas yang memicu bencana-bencana, karena perilaku kita sendiri! Dari bencana banjir itu kita bisa belajar untuk membangun hubungan sosial dengan sesama ciptaan Tuhan, alam juga adalah ciptaan Tuhan. Seperti pada tema APP 2007 regio I “Pemberdayaan kesejatian hidup dalam membangun hubungan sosial”. Bersosialisasi tidak hanya dengan sesama manusia saja tetapi juga dengan alam dan makhluk hidup lain.
Sebagai umat katolik, kita diberi kesempatan untuk mencoba memperbaiki diri, memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama lewat masa prapaskah yang diawali dengan menerima abu pada Rabu Abu kemarin. Masa prapaskah adalah masa untuk “balik kanan dan maju jalan, tidak hanya jalan ditempat saja”. Maksudnya, dalam masa ini, kita memasuki Retret Agung selama 40 hari untuk kembali melihat diri dan mencoba memperbaikinya, supaya saat paskah nanti kita dapat hidup baru di dalam Kristus lewat wafat dan kebangkitan-Nya dari alam maut. Dalam masa ini juga, kita diajak untuk introspeksi diri, seberapa baik hubungan sosial kita dengan ciptaan Tuhan; baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
Tanggal 5 Nanti kita sudah memasuki Tri Hari Paskah, masa yang ditunggu-tunggu selama kurang lebih 40 hari, yang mana Paskah sebagai puncak perayaan iman katolik-hari kebangkitan Tuhan. Bersama Tuhan yang telah disalibkan di Golgota, kita diajak untuk berani menyalibkan diri (dosa-dosa) kita menjadi manusia baru, manusia yang dapat membangun hubungan sosial dengan baik pada siapapun juga. Paskah dalam bahasa Yunani berarti Tuhan lewat (pesah), mari bersama Kristus kita lewatkan (tinggalkan) perbuatan-perbuatan buruk kita untuk menjadi manusia baru di dalam-Nya. Semoga bencana yang telah terjadi dapat membuat kita sadar akan kekuatan Tuhan, menyadari peringatan-peringatan Tuhan dan mengupayakan untuk hidup baru di dalam Dia karena kita “….. telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang diwarisi dari nenek moyang bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (Bdk. I Petrus I:18-19).
Sudah sekitar 2,5 minggu warga ibu kota terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, memang harta benda tidak sempat diselamatkan tetapi yang penting tidak memakan banyak korban jiwa. Dari berbagai bencana di awal tahun 2007; tentang hilangnya KMP Senopati Nusantara, hilangnya pesawat Adam Air, anjloknya KA Bengawan, tergelincirnya pesawat Adam Air (sehingga terpaksa mendarat di bandara Juanda-Surabaya), angin puting beliung yang memporak-porandakan kota Yogya, Gempa di daerah ambon, Lumpur Lapindo yang belum teratasi sampai sekarang, terbakar dan tenggelamnya KMP Levina I, longsor di lereng Wilis dan banjir yang melanda beberapa kota di Indonesia. Tuhan mau mengatakan apa pada kita??
Lalu, bencana-bencana diatas termasuk banjir Jakarta apakah mempunyai arti tersendiri bagi kita? Itu semua anugerah, atau peringatan dari Tuhan? Dalam perjanjian lama, Tuhan memperingatkan Firaun dengan memberi sepuluh tulah, maksudnya supaya Firaun percaya pada Tuhan lewat tangan Musa tetapi Firaun tetap bebal hatinya, ia tidak mau mengindahkan peringatan Tuhan yang disampaikan Musa, ia tetap tidak percaya dan tidak mau bertobat. Dan pada jaman Nuh, Tuhan memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa karena dosa yang telah manusia perbuat. Tetapi Tuhan mengadakan perjanjian dengan Nuh dan keluarganya, dan inilah janji-Nya "...... Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (Kej 9:11) dan inilah tandanya bahwa Tuhan tidak akan mendatangkan air bah “Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.” (Kej 9:13). Jadi, Tuhan tidak akan mengirimkan lagi air bah, maka kurang tepat kalau kita menyebut banjir sebagai air bah! Tuhan senantiasa melindungi dan menyertai kita, Ia ingat dan menepati janji-janji-Nya, seperti yang tertulis pada kitab Yesaya (54:9) “.........Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi”. Banjir juga salah satu anugerah dari Tuhan, kita diberi banyak air yang melimpah dan kita diajak untuk kembali peka dengan lingkungan sekitar, ada banyak hikmah dibalik kejadian ini semua.
Bila kita kaji lebih dalam lagi tentang unsur yang terkandung di dalam air, air mempunyai 2 unsur yang tidak mungkin bisa hilang. Pertama, air yang membersihkan. Biasanya, kita menggunakan air untuk mandi atau mencuci pakaian, air dalam arti luas untuk membersihkan yang kotor menjadi bersih. Dalam pembaptisan kita juga menggunakan air sebagai materia babtis simbol pemurnian diri kita untuk hidup baru dalam Kristus. Kedua, air yang memusnahkan. Contohnya tidak jauh-jauh, bencana Tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun silam. Air laut memusnahkan semua yang dilaluinya; tumbuhan, bangunan bahkan manusia. Begitu juga dengan banjir yang melanda Jakarta, air menghancurkan beberapa rumah di daerah sungai Ciliwung dan beberapa tempat yang lain.
Bencana datang dikarenakan ulah manusia sendiri, banjir datang karena perilaku kita yang kurang peduli dengan lingkungan, contohnya membuang sampah sembarangan tanpa rasa bersalah, tidak adanya program penghijauan (lahan hijau) di kota-kota besar, penebangan hutan secara liar karena keserakahan manusia, dan kurangnya perawatan lahan kota (banyaknya bangunan mall/ ruko). Beberapa hal diatas yang memicu bencana-bencana, karena perilaku kita sendiri! Dari bencana banjir itu kita bisa belajar untuk membangun hubungan sosial dengan sesama ciptaan Tuhan, alam juga adalah ciptaan Tuhan. Seperti pada tema APP 2007 regio I “Pemberdayaan kesejatian hidup dalam membangun hubungan sosial”. Bersosialisasi tidak hanya dengan sesama manusia saja tetapi juga dengan alam dan makhluk hidup lain.
Sebagai umat katolik, kita diberi kesempatan untuk mencoba memperbaiki diri, memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama lewat masa prapaskah yang diawali dengan menerima abu pada Rabu Abu kemarin. Masa prapaskah adalah masa untuk “balik kanan dan maju jalan, tidak hanya jalan ditempat saja”. Maksudnya, dalam masa ini, kita memasuki Retret Agung selama 40 hari untuk kembali melihat diri dan mencoba memperbaikinya, supaya saat paskah nanti kita dapat hidup baru di dalam Kristus lewat wafat dan kebangkitan-Nya dari alam maut. Dalam masa ini juga, kita diajak untuk introspeksi diri, seberapa baik hubungan sosial kita dengan ciptaan Tuhan; baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
Tanggal 5 Nanti kita sudah memasuki Tri Hari Paskah, masa yang ditunggu-tunggu selama kurang lebih 40 hari, yang mana Paskah sebagai puncak perayaan iman katolik-hari kebangkitan Tuhan. Bersama Tuhan yang telah disalibkan di Golgota, kita diajak untuk berani menyalibkan diri (dosa-dosa) kita menjadi manusia baru, manusia yang dapat membangun hubungan sosial dengan baik pada siapapun juga. Paskah dalam bahasa Yunani berarti Tuhan lewat (pesah), mari bersama Kristus kita lewatkan (tinggalkan) perbuatan-perbuatan buruk kita untuk menjadi manusia baru di dalam-Nya. Semoga bencana yang telah terjadi dapat membuat kita sadar akan kekuatan Tuhan, menyadari peringatan-peringatan Tuhan dan mengupayakan untuk hidup baru di dalam Dia karena kita “….. telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang diwarisi dari nenek moyang bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (Bdk. I Petrus I:18-19).
Subscribe to:
Posts (Atom)
